Metode Riset BAB I

Tema : Perkembangan Koperasi dan UKM di Indonesia

Judul : Keadaan UKM dan Koperasi di daerah-daerah di Indonesia

BAB I

 

Latar Belakang Masalah

 

 

Saat Indonesia dilanda kritis, pemerintah baru tersadar bahwa usaha besar yang dibangga-banggakan justru sebagian besar bangkrut/gulung tikar dan memberikan beban berat bagi negara dan bangsa, sebaliknya usaha kecil dan koperasi yang selama ini dipandang sebelah mata mampu bertahan,bahkan berkembang.Ternyata, meskipun selama ini praktek layanan public dirasakan usaha kecil tidak fair, namun mereka mampu menunjukan kekenyalannya, usaha kecil tetap mendayung sampannya di antara karangkarang lautan yang berombak besar dan berubah-ubah karena tiupan angin kencang. Namun demikian, walau usaha kecil mempunyai daya juang luar biasa, untuk bertahan hidup dan berkembang perlu diberikan lingkunganberusaha dan dukungan-dukungan lain untuk meningkatkan daya saing dan daya tumbuhnya. Koperasi, usaha kecil dan menengah yang telah terdaftar dan mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual antara lain : CV. Hadle (garmen) di Cempaka Putih dengan merek “Supramanik”, Atika (garmen) di Jawa dengan merek “Dewi Bordir”.  Di bidang Perkoperasian Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992tentang Perkoperasian, pasal 61 menyebutkan antara lain: “Dalam upayamenciptakan dan mengembangkan iklim kondusif yang mendorongpertumbuhan dan pemasyarakatan Koperasi, Pemerintah :

1). Memberikan kesempatan usaha yang seluas-luasnya kepada

Koperasi;

2). Meningkatkan dan memantapkan kemampuan Koperasi agar menjadi

Koperasi yang sehat, tangguh dan mandiri;

3). Mengupayakan tata hubungan usaha yang saling menguntungkan

antara Koperasi dengan badan usaha lainnya;

4). Memberdayakan Koperasi dalam masyarakat.

 

Usaha kecil menengah (UKM) dan koperasi dapat dikatakan tulang punggung perekonomian nasional, dapat dilihat dari besarnya kontribusi kegiatan UKM terhadap perekonomian, dimana tahun 2003 mencapai 57% dari total produk domestik bruto (PDB. Di sisi lain, menurut data sementara Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (2005), pada tahun 2003, kontribusi UKM dalam ekspor hanya sebesar 16% dari total ekspor (4% berasal sektor usaha kecil dan 12% berasal dari usaha menengah). Gambaran ini menunjukkan bahwa kemampuan produk UKM untuk dapat bersaing di pasar global masih rendah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: