Penumpang : Uji Coba Jalur Melingkar KRL Menyengsarakan

Banyak penumpang merasa kecewa dengan uji coba jalur melingkar KRL atau loop line yang berlangsung kacau. Para penumpang, terutama penumpang wanita, merasa adanya transit dan perubahan jalur ini menyengsarakan. “Perubahan jalur kereta ini menyengsarakan. Transit menghabiskan waktu dan tenaga,” keluh salah seorang penumpang KRL, Gita (35) dalam perbincangan dengan saya, Kamis (1/12/2011). Menurut Gita, banyak penumpang yang merasa dirugikan dengan adanya uji coba jalur melingkar ini. Sebab, jarak tempuh yang dijalani menjadi lebih lama. “Sebelumnya hanya memakan waktu 40-45 menit, yang sekarang bisa memakan waktu lebih dari 1 jam. Buang waktu banget,” tutur Gita yang menempuh jalur Serpong-Sudirman (bolak-balik) untuk menuju tempat kerjanya di Salemba.
Tidak hanya itu, ketersediaan kereta yang terbatas juga membuat para penumpang terpaksa berdesak-desakan di dalam KRL. Gita menceritakan, kondisi KRL yang penuh sesak masih dipaksakan untuk mengangkut penumpang baru di setiap stasiunnya.
Penyebabnya tak lain karena jarak kedatangan antar kereta yang bisa memakan waktu hingga 45 menit. Hal ini tentu saja membuat para penumpang langsung berebutan masuk ke dalam kereta yang tiba lebih dulu tanpa mempedulikan kapasitasnya.
“Kondisinya penuh sesak, terjepit-jepit. Dipikir dengan perubahan jadwal akan ada lebih banyak kereta. Ini saya masih ada 6 stasiun lagi dan harus ditempuh dengan berdiri,” terangnya.Untuk pulang kembali ke rumahnya di kawasan Serpong, Gita harus transit bersama-sama penumpang lainnya di Stasiun Tanah Abang. Menurutnya, hal ini semakin menyengsarakan karena dirinya dan penumpang lain harus berganti jalur yang ditempuh dengan menaiki anak tangga. “Transit di Tanah Abang, harus pindah jalur, harus naik tangga, ada 44 anak tangga. Sangat menyusahkan, ada ibu hamil, mereka juga harus ikut berebut naik kereta. Seharusnya kereta disiapkan lebih banyak. Perubahan ini tidak layak,” jelas Gita.
Selain itu, Gita juga mengeluhkan para aparat di masing-masing stasiun yang dinilai tidak memberikan bantuan kepada penumpang yang kebingungan. “Aparat tidak siap terima keluhan dari penumpang. Mereka bilang ‘Kita hanya petugas, kita tidak tahu’. Terus kita mau bertanya ke siapa, masa ke atasan mereka, kan tidak mungkin. Bisanya ya ke mereka yang ada di lapangan,” tandasnya. PT KAI akan melakukan uji coba jalur melingkar hingga 4 Desember 2011. Dengan adanya rute baru ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah penumpang yang diangkut menggunakan kereta. KRL dari Bogor yang akan menuju Kota akan disediakan dua rute. Rute pertama akan melintasi stasiun Bogor – Manggarai – Kota. Sedangkan rute kedua melintasi Bogor – Tanah Abang – Senen -Jatinegara.
Rute tiga melintasi stasiun Parung Panjang – Serpong – Tanah Abang, rute empat melewati Tangerang – Duri. Rute lima melintasi Bekasi – Jatinegara – Manggarai – Kota. Sedangkan rute enam melintasi Tanjung Priok – Jakarta Kota.

 

Nama              : Aryo Prayogi

NPM                : 11208476

Kelas               : 4 EA 12

Contoh Kasus Etika Bisnis dalam Bisnis Perkereta Apian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: